Rabu, 11 Februari 2026
Perkembangan sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan menuntut tenaga kesehatan yang kompeten, terukur, dan siap praktik. Salah satu tantangan utama yang dihadapi kolegium kesehatan adalah menjamin mutu asesmen kompetensi secara objektif, adil, dan selaras dengan standar profesi. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menegaskan pentingnya pengelolaan SDMK yang mencakup perencanaan, penyediaan, pendayagunaan, pengembangan kompetensi, serta penjaminan mutu tenaga kesehatan.
Dalam praktik pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di seluruh dunia, Piramida Miller sudah dianggap sebagai acuan asesmen yang selaras dengan produk yang diharapkan. Oleh karena itu, Objective Structured Clinical Examination (OSCE), misalnya, telah diakui secara luas sebagai metode evaluasi klinis yang valid, reliabel, dan berorientasi pada keselamatan pasien karena asesmen yang dilakukan masih dalam latar simulasi belum dengan pasien nyata (Piramida ke-3). OSCE tidak hanya menilai keterampilan teknis klinis, tetapi juga aspek sikap profesional, komunikasi, dan pengambilan keputusan klinis. Namun demikian, keberhasilan OSCE sangat ditentukan oleh kualitas desain soal (berawal dari Piramida ke-1 dan ke-2), kompetensi penguji, pelatih pemeran simulasi (PPS) peran preseptor atau mentor klinis (Piramida ke-4), serta keselarasan dengan pendekatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Saat ini, masih terdapat kesenjangan dalam ketersediaan pelatihan formal dan terstruktur yang secara komprehensif membahas pengembangan evaluasi klinis bagi tenaga kesehatan. Pelatihan sering kali terfokus pada pelaksanaan OSCE semata, tanpa diiringi penguatan kapasitas dalam penyusunan soal OSCE, peningkatan kompetensi penguji, penguatan peran preseptor/mentor klinis, serta integrasi OSCE dalam kerangka OBE. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman, variasi kualitas asesmen, dan ketidakselarasan antar institusi.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan ruang bersama untuk menyamakan persepsi, memperkenalkan konsep evaluasi klinis secara utuh, serta membangun pemahaman bersama mengenai penguatan sistem asesmen kompetensi tenaga kesehatan. Webinar overview ini dirancang sebagai kegiatan pendahuluan untuk mensosialisasikan rencana rangkaian Pelatihan Evaluasi Klinis Berbasis Kompetensi, yang mencakup Pelatihan OSCE, Pelatihan Pembuatan Soal OSCE, Pelatihan Penguji OSCE, pelatihan Pelatih Pemeran Simulasi (PPS) Pelatihan Preseptor/Mentor Klinis, serta Pelatihan Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini diharapkan menjadi forum awal dialog strategis antara penyelenggara, kolegium, dan institusi pendidikan dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Tujuan umum
Memberikan gambaran menyeluruh mengenai rencana pelaksanaan serangkaian pelatihan Evaluasi Klinis Berbasis Kompetensi, serta menumbuhkan pemahaman dan minat institusi serta kolegium untuk berpartisipasi aktif dalam penguatan asesmen kompetensi tenaga kesehatan.
Tujuan khusus
*kecuali dokter dan dokter gigi
|
Waktu (WIB) |
Durasi |
Topik Materi/Kegiatan |
PIC/Narasumber |
|
13.00-13.05 |
5’ |
Pembukaan Moderator |
Moderator: dr. Arida Oetami, M.Kes |
|
13.05–13.25 |
20’ |
Materi 1: Pengenalan Pelatihan Evaluasi Klinis Berbasis Kompetensi (Konsep dasar OSCE/Piramida Miller 1, 2, dan 3, Gambaran teknis pelatihan OSCE secara umum, pembuatan soal OSCE, pelatihan penguji OSCE, pelatihan pelatih pemeran simulasi/PPS, pelatihan preseptor mentor/Piramida Miller 4, dan pendekatan kurikulum OBE) Catatan: OBE: Kombinasi Kurikulum Spiral, Kurikulum Terintegrasi, dan Piramida Miller |
Narasumber: J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed |
|
13.25–13.45 |
20’ |
Materi 2: Rancangan Pelatihan oleh PKMK FK-KMK UGM (Struktur dan jenis pelatihan yang akan diselenggarakan, Hak dan fasilitas peserta pelatihan, Penjelasan paket pelatihan dan gambaran biaya) – menampilkan cuplikan video simulasi penguji OSCE |
Narasumber: Firda Alya, S.KM |
|
13.45–14.15 |
30’ |
Diskusi dan Tanya Jawab |
Moderator: dr. Arida Oetami, M.Kes |
|
14.15–14.25 |
10’ |
Materi Penutup: – Prosedur Kerjasama dengan Kolegium dan Instansi – Menyampaikan form Training Need Assesment |
Narasumber: Maria Lelyana |
|
14.25–14.30 |
5’ |
Kesimpulan dan Penutup |
Moderator: dr. Arida Oetami, M.Kes |
NARAHUBUNG
Ubaid / 083872047127
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adffffpiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.hjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
