
PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan webinar “Fenomena Superflu di Indonesia: Ancaman Pandemi Kedua?” pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 33 peserta dari beragam latar belakang. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, serta respons lintas pemangku kepentingan terhadap fenomena superflu di Indonesia berdasarkan data epidemiologis mutakhir dan prinsip kesehatan masyarakat.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh dr. Taufik Indrawan, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUP Dr. Sardjito. Dalam paparannya, Taufik menjelaskan definisi superflu, perjalanan kemunculannya dari tahun ke tahun, serta karakteristik virus yang termasuk dalam tipe Influenza A. Pihaknya menguraikan manifestasi klinis, risiko komplikasi terutama pada kelompok rentan dan individu dengan komorbiditas, serta tantangan dalam deteksi dini. Selain itu, Taufik menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat melalui pencegahan seperti menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari paparan ketika sedang sakit.
Materi kedua disampaikan oleh Akhmad Theo Fani, tenaga Promosi Kesehatan dari RSUD Dr. Soetomo. Narasumber membahas superflu dari perspektif komunikasi kesehatan, khususnya terkait komunikasi risiko dan edukasi publik dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi baru. Menurutnya, komunikasi risiko yang efektif berperan penting agar masyarakat mampu memahami tingkat ancaman dan mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain. Theo juga memaparkan strategi komunikasi risiko saat krisis kesehatan, termasuk penggunaan pesan yang jelas, transparan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Diskusi yang dimoderatori oleh Firda Alya, SKM berlangsung interaktif. Dalam sesi tersebut, Theo menyoroti pentingnya kemitraan tenaga kesehatan dengan tokoh masyarakat untuk memperkuat edukasi di tingkat komunitas. Sementara itu, Taufik kembali menegaskan bahwa superflu merupakan penyakit yang mudah menular sehingga kewaspadaan terhadap kondisi komorbid menjadi hal yang krusial.
Sebagai penutup, diskusi menyimpulkan bahwa tren penyakit infeksi dapat meningkat seiring waktu. Superflu mungkin belum berada pada level pandemi, namun kesiapsiagaan dan literasi kesehatan masyarakat tetap perlu diperkuat. Webinar ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan di masa mendatang. Reporter: Yuka Nabila, S.K.M. (PKMK UGM).
Video Rekaman dan Materi Kegiatan Klik Disini
