Press ESC to close

Seminar Nasional

Pemantauan Kesehatan Personal dan Integrasi
dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Digital

Sabtu, 07 Februari 2026

  • 00Days
  • 00Hours
  • 00Minutes
  • 00Seconds
Pengantar

Seiring meningkatnya angka harapan hidup, kelompok usia lanjut menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, baik dari sisi peningkatan prevalensi penyakit kronis dan katastropis, penurunan fungsi fisik dan kognitif, maupun kebutuhan akan layanan kesehatan jangka panjang yang berkelanjutan. Penyakit katastropis seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kanker, dan diabetes masih menjadi penyebab utama kematian serta pembiayaan kesehatan yang tinggi pada kelompok usia lanjut. Banyak kondisi tersebut berkembang secara progresif dan berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebetulnya dapat dikendalikan melalui upaya preventif personal sejak usia dini, skrining kesehatan berkala, serta pengelolaan kondisi “sehat” yang berkelanjutan.

Di tengah pesatnya transformasi digital kesehatan, pemantauan kesehatan personal dapat dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai sebelum lahir (kehamilan), bayi, anak, remaja, dewasa dan lansia. Pemantauan kondisi sehat berkaitan dengan perilaku hidup sehat, frekuensi aktivitas fisik yang sesuai usia, diet sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta upaya pencegahan yang memadai seperti vaksinasi, konsumsi tablet penambah darah pada wanita usia reproduksi. Teknologi digital memungkinkan integrasi data Dari berbagai sumber, termasuk penggunaan wearable device.

Namun demikian, beberapa kelompok usia seperti anak dan lanjut masih menghadapi kesenjangan pemanfaatan teknologi digital, termasuk dalam akses dan penggunaan layanan kesehatan digital. Keterbatasan literasi digital, hambatan fisik dan kognitif, serta desain sistem yang belum sepenuhnya ramah, terutama pada usia lanjut menyebabkan pemanfaatan aplikasi kesehatan, rekam medis elektronik, dan layanan berbasis digital belum optimal pada kelompok ini. Padahal, integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan yang terpantau melalui pemanfaatan personal health records (PHR) dan electronic medical record (EMR) memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan, khususnya usia lanjut. Integrasi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan, kesinambungan pelayanan antar fasilitas, serta pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat berbasis data.

Adanya SATUSEHAT Mobile, Mobile JKN, memberikan peluang penggunaan personal health records (PHC) untuk pemantauan kondisi sehat. Oleh karena itu, diskusi ini memberikan bukti pentingnya pengelolaan kesehatan mandiri sebagai upaya preventif untuk mengurangi kejadian penyakit katastropis, merekomendasikan bentuk upaya kesehatan preventif personal yang sesuai dengan karakteristik individu, khususnya lansia, serta mengeksplorasi strategi integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan digital yang inklusif dan ramah usia lanjut.

Tujuan
  1. Tujuan Umum
    • Memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya upaya kesehatan preventif personal berbasis bukti serta integrasinya dengan sistem pelayanan kesehatan digital
  2. Tujuan Khusus
    • Menyajikan evidence kejadian penyakit katastropis dan implikasinya terhadap urgensi upaya preventif personal.
    • Mengidentifikasi dan membahas bentuk upaya kesehatan preventif personal yang dapat dilakukan oleh individu, dengan dukungan promosi kesehatan dan pendekatan kedokteran fisiologi.
    • Membahas model integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan yang terpantau melalui personal health records dan EMR.
Peserta
  1. Dokter
  2. Dokter Gigi
  3. Bidan Vokasi
  4. Bidan Vokasi Level 5
  5. Bidan Vokasi Level 6
  6. Bidan Profesi
  7. Perawat Vokasi
  8. Ners
  9. Perawat Vokasi Level 5
  10. Perawat Vokasi Level 6
  11. Tenaga Kesehatan Masyarakat
  12. Tenaga Kesehatan Masyarakat Level 7
  13. Tenaga Vokasi Farmasi
  14. Tenaga Vokasi Farmasi Level 5
  15. Tenaga Vokasi Farmasi Level 6
  16. Tenaga Vokasi Analis Farmasi dan Makanan Level 5
  17. Teknisi Gigi
  18. Teknisi Gigi Level 5
  19. Terapis Gigi dan Mulut
  20. Terapis Gigi dan Mulut Level 5
  21. Terapis Gigi dan Mulut Level 6
  22. Ners Spesialis Keperawatan Komunitas
  23. Ners Spesialis Keperawatan Anak
  24. Ners Spesialis Keperawatan Maternitas
  25. Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah
  26. Ners Spesialis Keperawatan Geriatri
  27. Ners Spesialis Keperawatan Jiwa
  28. Ners Spesialis Keperawatan Onkologi
  29. Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler
  30. Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis
  31. Tenaga Sanitasi Lingkungan
  32. Tenaga Sanitasi Lingkungan Level 5
  33. Tenaga Sanitasi Lingkungan Level 6
  34. Nutrisionis
  35. Nutrisionis Level 5
  36. Nutrisionis Level 6
  37. Nutrisionis Level 8
  38. Dietisien
  39. Tenaga Teknologi Laboratorium Medik
  40. Tenaga Teknologi Laboratorium Medik Level 5
  41. Tenaga Teknologi Laboratorium Medik Level 6
  42. Apoteker
  43. Apoteker Spesialis
  44. Psikolog Klinis
  45. Fisioterapis
  46. Fisioterapis Level 5
  47. Fisioterapis Level 6
  48. Terapis Okupasional
  49. Terapis Okupasional Level 5
  50. Terapis Okupasional Level 6
  51. Terapis Wicara
  52. Terapis Wicara Level 5
  53. Terapis Wicara Level 6
  54. Akupunktur Terapis
  55. Akupunktur Level 5
  56. Akupunktur Level 6
  57. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
  58. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Level 5
  59. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Level 6
  60. Teknisi Kardiovaskuler
  61. Teknisi Kardiovaskuler Level 5
  62. Dokter Gigi Spesialis Patologi Mulut dan Maksilofasial
  63. Teknisi Pelayanan Darah
  64. Teknisi Pelayanan Darah Level 5
  65. Refraksionis Optisien/ Optometris
  66. Optometris Level 5
  67. Optometris Level 6
  68. Penata Anestesi
  69. Penata Anestesi Level 5
  70. Penata Anestesi Level 6
  71. Audiologis
  72. Audiologis Level 5
  73. Radiografer
  74. Radiografer Level 5
  75. Radiografer Level 6
  76. Radiografer Level 8
  77. Elektromedis
  78. Elektromedis Level 5
  79. Elektromedis Level 6
  80.  Elektromedis Level 8
  81. Fisikawan Medik
  82. Ortotik Prostetik
  83. Ortotik Prostetik Level 5
  84. Ortotik Prostetik Level 6
  85. Ortotik Prostetik Level 7
  86. Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu
  87. Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu Level 5
  88. Tenaga Kesehatan Tradisional Keterampilan
  89. Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental
  90. Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental Level 6
  91. Epidemiolog Kesehatan
  92. Epidemiolog Kesehatan Level 5
  93. Epidemiolog Kesehatan Level 6
  94. Epidemiolog Kesehatan Level 7
  95. Pembimbing Kesehatan Kerja Level 7
  96. Pembimbing Kesehatan Kerja
  97. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
  98. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 5
  99. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 6
  100. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 7
  101. Entomolog Kesehatan
  102. Entomolog Kesehatan Level 5
  103. Entomolog Kesehatan Level 6
  104. Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional
  105. Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional Level 5
  106. Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional Level 6
  107. Tenaga Administratif dan Kebijakan Kesehatan
  108. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  109. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
  110. Dokter Spesialis Anak
  111. Dokter Spesialis Bedah
  112. Dokter Spesialis Radiologi
  113. Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
  114. Dokter Spesialis Patologi Klinik
  115. Dokter Spesialis Patologi Anatomi
  116. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik
  117. Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi
  118. Dokter spesialis kedokteran penerbangan
  119. Dokter Spesialis Gizi Klinik
  120. Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
  121. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik
  122. Dokter Spesialis Bedah Saraf
  123. Dokter Spesialis Kelautan
  124. Dokter Spesialis Urologi
  125. Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
  126. Dokter Spesialis Neurologi
  127. Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
  128. Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
  129. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
  130. Dokter spesialis psikiatri
  131. Dokter Spesialis Mata
  132. Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler
  133. Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher
  134. Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetik
  135. Dokter Spesialis Andrologi
  136. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
  137. Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal
  138. Dokter Spesialis Emergensi Medisin
  139. Dokter Spesialis Onkologi Radiasi
  140. Dokter Spesialis Akupuntur Medik
  141. Dokter Spesialis Bedah Anak
  142. Dokter Spesialis Farmakologi Klinik
  143. Dokter Spesialis Parasitologi Klinik
  144. Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer
  145. Dokter Gigi Spesialis Ortodonti
  146. Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
  147. Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak
  148. Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
  149. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia
  150. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut
  151. Dokter Gigi Spesialis Periodonsia
  152. Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi
  153. Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik
waktu & tempat
  • Sabtu, 7 Februari 2026
  • 13.30-15.50 WIB
  • Ruang U25 B Gedung Pascasarjana Tahir UGM
PENDAFTARAN

Pendaftaran peserta silahkan klik link dibawah

JADWAL KEGIATAN

Waktu Pelaksanaan 

Durasi (Menit)

Durasi 

(Jam)

Materi

Narasumber

JEP

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

13:30 – 13:35

5’

 

Pembukaan

MC

 

13:35 – 13:40

5’

 

Pengantar

Annisa Ristya Rahmanti, Ph. D

 

13:40 – 14:10

30’

 

Materi 1: Evidence Kejadian Penyakit Katastropis dan Pentingnya Upaya Preventif Personal

Aldilas Achmad Nursetyo, M.D., M.S.

 

14:10 – 14:40

30’

 

Materi 2: Upaya Preventif Kesehatan Personal yang Perlu Dilakukan

Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes

 

14:40 – 15.10

30’

 

Materi 3: Integrasi Kesehatan Personal dengan Sistem Pelayanan Kesehatan yang Terpantau

Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHltInf

 

15.10 – 15:40

30’

 

Sesi Diskusi & Tanya Jawab

Moderator

 

15:40 – 15:45

5’

 

Sesi summary

Moderator

 

15:45 – 15:50

5’

 

Penutupan

MC

 

 

Keterangan:

  1. Waktu Pelaksanaan : Rentang waktu penyampaian materi pada kegiatan
  2. Diskusi Dan Tanya Jawab Termasuk Dalam JEP
  3. Untuk Workshop kegiatan praktek harus disebutkan

 

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adffffpiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.hjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh