Webinar Bunuh Diri “Darurat Bunuh Diri di Indonesia: Refleksi Sosial Atau Tanda Sistem Perlindungan yang Gagal?”
Latar Belakang
Bunuh diri merupakan manifestasi paling fatal dari gangguan kesehatan jiwa dan menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) mencatat bahwa setiap tahun sekitar 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri, dengan kelompok usia 15–29 tahun sebagai salah satu populasi paling rentan. Angka ini menempatkan bunuh diri bukan lagi sebagai isu individual, melainkan persoalan kesehatan publik global.
Di Indonesia, tren bunuh diri menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Data dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri menunjukkan bahwa kasus bunuh diri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bahkan meningkat hingga sekitar 60% dalam lima tahun terakhir. Secara statistik, bunuh diri tercatat sebagai jenis kasus gangguan ketiga tertinggi, setelah penemuan mayat dan kebakaran, dengan 1.346 laporan kasus dalam satu tahun pelaporan. Angka ini diyakini masih merupakan fenomena gunung es, mengingat kuatnya stigma, underreporting, dan normalisasi penderitaan psikologis di masyarakat.
Rangkaian peristiwa bunuh diri yang terjadi dalam waktu berdekatan, termasuk kasus di Yogyakarta pada Januari 2026 yang melibatkan individu usia muda dan usia produktif, semakin menegaskan bahwa persoalan ini nyata, dekat, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fenomena ini tidak dapat lagi dipahami semata sebagai “kejadian personal”, melainkan harus dibaca sebagai alarm kegawatdaruratan kesehatan jiwa nasional.
Pertanyaan krusial yang perlu dikritisi bersama bukan hanya “mengapa individu memilih bunuh diri”, tetapi juga “apa yang gagal dalam sistem sosial, layanan kesehatan jiwa, dan mekanisme dukungan yang seharusnya mencegahnya”. Tekanan hidup yang semakin kompleks, keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa, minimnya literasi kesehatan mental, stigma sosial, serta lemahnya sistem deteksi dini dan rujukan menjadi faktor struktural yang memperbesar resiko bunuh diri.
Webinar ini diharapkan menjadi sebuah forum ilmiah dan dialog publik yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis bukti, untuk mengkritisi fenomena bunuh diri secara komprehensif, mulai dari perspektif klinis, kesehatan masyarakat, kebijakan, hingga peran keluarga dan komunitas. Webinar ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus titik awal penguatan upaya pencegahan bunuh diri di Indonesia.
Tujuan
Tujuan Umum
Mendorong pemahaman kritis dan kolaboratif lintas sektor dalam memandang bunuh diri sebagai kegawatdaruratan kesehatan jiwa, serta memperkuat upaya pencegahan yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis komunitas di Indonesia.
Tujuan Khusus
- Mengkritisi faktor individu, sosial, dan sistemik yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka bunuh diri.
- Membahas keterbatasan dan tantangan sistem layanan kesehatan jiwa dalam pencegahan bunuh diri.
- Meningkatkan literasi masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai tanda peringatan dini dan respons yang tepat.
- Mendorong peran keluarga, komunitas, dan institusi dalam membangun jejaring pencegahan bunuh diri.
- Merumuskan rekomendasi awal untuk penguatan kebijakan dan intervensi pencegahan bunuh diri.
Sasaran Peserta
- Dokter
- Perawat
- Psikolog
- Psikolog Klinis
- Ahli Kesehatan Masyarakat
- Peneliti
- Akademisi
- Guru
- Konselor
- Masyarakat umum
- All nakes
Waktu Pelaksanaan
- Hari/tanggal : Selasa, 03 Maret 2026
- Waktu : 13.00–15.30 WIB
- Lokasi : Online Via Zoom Meeting
Susunan Agenda
|
Waktu |
Durasi (menit) |
Materi |
PIC |
|
13.00–13.05 |
5’ |
Pembukaan |
MC: Ubaid Hawari |
|
13.05–13.15 |
10’ |
Pemantik Diskusi |
Fasilitator: dr. Arida Oetami, M.Kes |
|
13.15–13.20 |
5’ |
Peralihan Moderator |
Moderator: Firda Alya, SKM |
|
13.20–13.40 |
20’ |
Materi 1: Bunuh Diri sebagai Alarm Kesehatan Jiwa Nasional: Membaca Data, Tren, dan Realitas Sosial |
Narasumber: Kapolda DIY |
|
13.40–14.00 |
20’ |
Materi 2: Mengapa Sistem Gagal Melindungi? Membaca Kesenjangan Sistem, Faktor Risiko, Stigma, dan Tantangan Layanan Kesehatan Jiwa |
Narasumber: dr. Ida Rahmawati, M.Sc., Sp.KJ (K). (Psikiatri RSUD Wonosari) |
|
14.00–14.20 |
20’ |
Materi 3: Deteksi Dini dan Respons yang Tepat: Peran Keluarga, Tenaga Kesehatan, dan Komunitas sebagai First Responder |
Narasumber: Dr. Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog (Departemen Psikologi UGM) |
|
14.20–14.50 |
30’ |
Sesi diskusi |
Moderator |
|
14.50–14.55 |
5’ |
Penyampaian Kesimpulan |
Moderator |
|
14.55–15.00 |
5’ |
Penutup |
MC |
Biaya Kepesertaan
Rp 50.000 / Orang
Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan kode unik 009, contoh Rp 50.009.
- Nomor Rekening : 9888807171130003
- Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
- Nama Bank : BNI
- Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
Pembayaran berasal dari bank non BNI, mohon menggunakan metode biaya transfer online sebesar Rp. 6,500 (tidak dapat menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2,500)
SKP – sedang dalam proses penilaian
Link Pendaftaran: https://pkmkfk.net/DaftarWebinarBunuhDiri
Narahubung
Kepesertaan: Ubaid / 0838-7204-7127
LMS: Yasinta (0822-4193-9213)

Comments are closed.