
PKMK-Yogyakarta. Dalam upaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Divisi Pelatihan dan Pengembangan PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan Pelatihan Jarak Jauh Pelaksanaan OSCE bagi Tenaga Kesehatan, yang berlangsung selama dua hari yaitu 20-21 Mei 2026 secara online. Pelatihan diikuti oleh 151 peserta dari Institusi pendidikan kesehatan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya Surakarta, Semarang, Bogor, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Banjarmasin, Papua, Bengkulu, Medan, Bukit Tinggi, Pontianak, Makassar, Palu, Tasikmalaya, Makassar, dan beberapa daerah di Jawa Timur yaitu Malang, Kediri, dan Surabaya. Adapun sebaran peserta yang terdaftar pada pelatihan ini adalah staf pengajar/dosen dan pimpinan fakultas (dekan, wakil dekan, ketua program studi, ketua jurusan, dan koordinator) dari berbagai profesi diantaranya bidan, perawat, nutrisionis, farmasi, radiologi, apoteker, fisiologi, promosi kesehatan, rekam medis, teknologi bank darah, laboratorium, K3, kesehatan, lingkungan, bioteknologi, dan beberapa dokter spesialis (spesialis gigi anak, Ilmu penyakit dalam, dan mikrobiologi klinis).
Narasumber dari pelatihan ini adalah dr. Efrayim Suryadi, SU, PAK, MHPE. (Dosen FK-KMK UGM dan Pelatih OSCE Nasional), dr. Tridjoko Hadianto, DTMH., M.Kes. (Dosen FK-KMK UGM dan Pelatih OSCE Nasional), J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed (Dosen Poltekkes Pekanbaru dan Pelatih OSCE Nasional), dan dr. Arida Oetami, M.Kes (Ketua Divisi Pelatihan dan Pengembangan PKMK FK-KMK UGM).
Hari 1 – Rabu, 20 Mei 2026

Pada hari pertama Pretest dikerjakan oleh peserta 1 jam sebelum pelatihan dimulai. Selanjutnya, dr. Arida Oetami, M.Kes. memberikan pengantar sekaligus membuka secara resmi pelatihan jarak jauh OSCE. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Building Learning Commitment oleh Firda Alya Ramadhiana, S.KM., sebagai bentuk kesepakatan kepada seluruh peserta terkait norma kelas selama masa pelatihan. Setelah itu masuk ke sesi materi yang pertama oleh dr. Efrayim Suryadi, SU, PAK, MHPE., yang menyampaikan Gambaran Umum OSCE dan Pengenalan Soal OSCE. Dalam materinya, disampaikan bahwa ada empat tahapan dalam merancang OSCE yaitu, menyusun blueprint, mengembangkan stasiun, mengembangkan penilaian, dan persiapan pelaksanaan (Menetapkan jadwal, melengkapi alat, sarana dan prasarana) serta melakukan uji coba OSCE. Lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi yang sangat antusias dari peserta, khususnya bagi profesi yang belum mengenal OSCE.
Sesi selanjutnya, adalah materi dari J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed yang membahas teknik penilaian dalam OSCE, dimana melibatkan Golden Rules protokol cek dan ricek yang sangat penting untuk diperhatikan. Lalu sesi materi yang terakhir disampaikan oleh dr. Tridjoko Hadianto, DTMH., M.Kes. tentang Penguji OSCE, kualifikasinya, etika dalam pelaksanaan OSCE, hingga fokus penilaian yang harus dipenuhi oleh seorang Penguji OSCE. Hari pertama ditutup dengan diskusi tandem oleh ketiga narasumber, dan penyampaian penugasan kepada peserta.
Hari 2 – Kamis, 21 Mei 2026
![]() |
![]() |
![]() |
Pada hari kedua pelatihan diawali dengan sesi review dan refresh materi pada hari pertama, yang dipandu oleh dr. Tridjoko Hadianto, DTMH., M.Kes., dr. Arida Oetami, M.Kes., dan Firda Alya Ramadhiana, S.KM. Setelah itu dilanjutkan sesi materi oleh dr. Tridjoko Hadianto, DTMH., M.Kes. tentang Penetapan Batas Lulus (Objective Structured Clinical Examination) OSCE, dan juga terdapat hands on perhitungan batas lulus melalui template yang telah disusun di Excel. Sesi materi selanjutnya adalah Persiapan Stasiun OSCE oleh J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed, yang menjelaskan kelengkapan stasiun OSCE sekaligus berbagai tahapan yang dilakukan pra hingga pasca pelaksanaan OSCE. Setelah mendapat materi yang komprehensif dari seluruh narasumber, para peserta melakukan simulasi pelaksanaan OSCE melalui video simulasi yang ditampilkan, kemudian masing-masing peserta diminta untuk melakukan penilaian dan analisis dari video simulasi tersebut. Pada sesi simulasi, tiga narasumber tandem dan saling memberikan input terhadap sharing dan pertanyaan dari peserta. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi Rencana Tindak Lanjut dan materi penunjang Etika Penguji dan Anti Korupsi yang disampaikan oleh dr. Arida Oetami, M.Kes. Pelatihan ditutup dengan Postest dan evaluasi bersama tiga narasumber, serta closing statement bermakna dari narasumber bahwa OSCE merupakan salah satu upaya kita sebagai institusi pendidikan untuk memastikan kualitas para calon nakes dan named di Indonesia, sehingga harapannya tidak hanya dokter, perawat, dan bidan saja yang melaksanakan OSCE, namun nakes lainnya juga harus dipastikan kualitas dan standarnya. (Reporter Firda Alya)


