Press ESC to close

Reportase Workshop Peningkatan Kompetensi Penguji Klinis dalam Pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi Tenaga Kesehatan

Yogyakarta – Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Penguji Klinis dalam Pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi Tenaga Kesehatan pada 24–26 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut diikuti oleh 39 peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan.

Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus memperkuat implementasi kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan uji kompetensi tenaga kesehatan. Peran penguji dalam OSCE menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan proses asesmen karena berpengaruh langsung terhadap objektivitas, validitas, dan reliabilitas hasil penilaian kompetensi peserta.

Dalam sambutannya, dr. Arida Oetami, M.Kes. selaku Kepala Divisi Pelatihan dan Pengembanan PKMK menyampaikan bahwa penguji memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga mutu pelaksanaan OSCE. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas penguji perlu dilakukan secara berkelanjutan agar proses penilaian mampu menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, serta memenuhi standar nasional.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembelajaran yang mengombinasikan teori, diskusi interaktif, demonstrasi, hingga praktik simulasi. Pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) diterapkan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam proses penilaian keterampilan klinis.

Hari pertama difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai peran strategis penguji dalam pelaksanaan OSCE. Materi diawali dengan pembahasan mengenai pentingnya penguji dan profil penguji OSCE yang disampaikan oleh dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes. Peserta kemudian mempelajari berbagai bentuk bias penilaian yang berpotensi memengaruhi objektivitas asesmen, dilanjutkan dengan praktik identifikasi bias melalui berbagai skenario penilaian. Pada sesi siang, dr. Efrayim Suryadi, SU, PAK, MHPE. membahas secara mendalam mengenai peran penguji selama pelaksanaan OSCE yang kemudian dipraktikkan langsung oleh peserta melalui simulasi penilaian.

Memasuki hari kedua, pembelajaran berfokus pada aspek teknis penyusunan dan penerapan instrumen penilaian. J.M. Metha, Amd.Keb., S.Kep., M.Med.Ed. yang memaparkan materi mengenai penyusunan rubrik penilaian yang efektif, dilanjutkan dengan praktik penerapan rubrik pada berbagai skenario klinis. Peserta juga mempelajari teknik mengonversi rubrik menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas sehingga setiap indikator penilaian dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh penguji. Pada sesi berikutnya, dr. Efrayim Suryadi membahas pentingnya proses kalibrasi penguji sebagai strategi menyamakan persepsi dalam memberikan penilaian sehingga variasi antar penguji dapat diminimalkan.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui praktik komprehensif menjadi penguji OSCE. Peserta mendapatkan instruksi khusus mengenai teknik observasi dan penilaian sebelum terlibat langsung dalam simulasi sebagai penguji pada berbagai station OSCE. Seluruh praktik didampingi oleh tim fasilitator dan narasumber sehingga peserta memperoleh umpan balik secara langsung mengenai ketepatan proses observasi, pemberian skor, hingga pengambilan keputusan berdasarkan performa kandidat.

Selain materi utama, peserta juga memperoleh materi penunjang mengenai pendidikan antikorupsi sebagai penguatan nilai integritas dalam penyelenggaraan asesmen kompetensi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen peserta untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di institusi masing-masing. Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti rangkaian workshop.

Workshop ini menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman dalam bidang pendidikan dan asesmen klinis, yaitu dr. Efrayim Suryadi, SU, PAK, MHPE., Dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes., J.M. Metha, Amd.Keb., S.Kep., M.Med.Ed., serta dr. Arida Oetami, M.Kes. Materi yang disampaikan meliputi pengantar OSCE, pentingnya penguji dan profil penguji, bias penilaian, hubungan penguji dengan alat dan pemeran simulasi, rubrik penilaian, konversi rubrik menjadi SOP, serta kalibrasi penguji.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, PKMK FK-KMK UGM berharap para peserta mampu meningkatkan kompetensinya sebagai penguji klinis yang profesional, objektif, dan konsisten dalam melaksanakan penilaian OSCE. Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu uji kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia sekaligus berkontribusi pada terwujudnya tenaga kesehatan yang berkualitas dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Reporter Yuka Nabila Shauma-PKMK FKKMK UGM).

 

 

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adffffpiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.hjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh