Kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek fundamental dalam membangun kualitas hidup individu dan keluarga. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, kesehatan reproduksi tidak hanya terbatas pada kondisi bebas penyakit, tetapi mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, serta proses reproduksi sepanjang siklus kehidupan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep continuum of care, yaitu pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sejak masa remaja, pra-nikah, kehamilan, persalinan, hingga usia lanjut sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.
Dalam konteks keluarga, kesehatan reproduksi memiliki peran strategis dalam membentuk ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial, tetapi juga oleh kesiapan biologis, psikologis, serta pemahaman kesehatan reproduksi pada setiap tahap kehidupan. Remaja sebagai fase awal perlu dibekali edukasi terkait kesehatan reproduksi, gizi, serta pencegahan perilaku berisiko seperti pernikahan dini, infeksi menular seksual, dan penyalahgunaan zat. Selanjutnya, pada fase pra-nikah, kesiapan reproduksi menjadi krusial untuk mencegah berbagai permasalahan seperti komplikasi kehamilan, stunting, hingga konflik dalam rumah tangga akibat kurangnya kesiapan fisik dan mental.
Pada fase berkeluarga, terutama selama kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), intervensi kesehatan reproduksi memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas generasi berikutnya. Pelayanan seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan yang aman, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dalam siklus ini. Tidak berhenti dalam fase awal kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi juga tetap relevan pada fase dewasa hingga lansia, terutama terkait dengan kualitas hidup, pencegahan penyakit degeneratif, serta kesejahteraan psikososial.
Namun demikian, masih terdapat kesenjangan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan dalam siklus kehidupan keluarga. Edukasi yang diberikan seringkali bersifat parsial dan belum terintegrasi antar fase kehidupan. Hal ini berdampak pada rendahnya kesiapan individu dalam menjalani peran reproduksi secara optimal serta berpotensi menurunkan kualitas ketahanan keluarga.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu upaya edukatif yang komprehensif melalui kegiatan webinar dengan tema “Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Berkeluarga: Remaja, Pra-Nikah, hingga Orang Tua”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ilmiah mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dalam setiap tahap kehidupan, sehingga dapat mendukung terbentuknya keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dalam perspektif medis yang berkelanjutan sepanjang siklus kehidupan (remaja, pra-nikah, hingga orang tua) sebagai upaya mendukung terbentuknya ketahanan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Tujuan Khusus
Hari/Tanggal : Rabu, 11 November 2026
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Tempat : Online Via Zoom Meeting
|
Pukul |
Durasi |
Agenda |
Narasumber |
|
13.00-13.05 WIB |
5’ |
Pembukaan Moderator |
Moderator |
|
13.25-13.50 WIB |
25’ |
Materi 1 Continuum of Care dan Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi |
Narasumber: Prof. dr. Detty S Nurdiati, MPH, Ph.D, Sp.OG, SubSp.Kfm |
|
13.50-14.15 WIB |
25’ |
Materi 2 Kesehatan Reproduksi Remaja hingga Kehidupan Berkeluarga (Fase Kritis) dan Kesehatan Reproduksi Usia Dewasa hingga Lansia dalam Mendukung Ketahanan Keluarga |
Narasumber: Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) |
|
14.15-14.55 WIB |
40’ |
Diskusi dan Tanya Jawab |
Moderator |
|
14.55-15.00 WIB |
5’ |
Kesimpulan, Informasi, dan Penutup oleh Moderator |
Moderator |
Kegiatan ber-SKP
Biaya kepesertaan webinar adalah Rp75.040
link pendaftaran: https://pkmkfk.net/DaftarSeri2KK
Pendaftaran : Ubaid Hawari / 083171487852
Konten : Yuka Nabila / 085811513876
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adffffpiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.hjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh