Webinar Urgensi Penguatan Long Term Care Bagi Lansia di Indonesia
Latar Belakang
Indonesia sedang memasuki fase penuaan penduduk (ageing population) yang meningkat secara signifikan dan berlangsung lebih cepat dibandingkan kelompok usia lainnya. Hasil Sensus Penduduk 2024 menunjukkan jumlah lansia telah mencapai 32,42 juta jiwa atau sekitar 12% dari total populasi, meningkat tajam dibandingkan 18,1 juta jiwa pada tahun 2010. Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah hingga tahun 2045 dengan proporsi penduduk usia di atas 65 tahun mencapai 14,61%. Data SUPAS 2015 juga menunjukkan sekitar 25% lansia mengalami kerentanan (frailty) dan sekitar 30% mengalami disabilitas, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan dukungan perawatan jangka panjang. Pemerintah telah merespons melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan serta Permenkes Nomor 67 Tahun 2015 tentang pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas. Namun, percepatan transisi demografi ini menuntut penguatan implementasi kebijakan yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Urgensi Long Term Care (LTC) bagi lansia di Indonesia semakin menguat seiring meningkatnya jumlah lansia dengan ketergantungan fungsional yang membutuhkan dukungan perawatan jangka panjang di rumah dan komunitas. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan gangguan sendi merupakan kondisi dominan pada kelompok lansia. Banyak lansia mengalami multi-morbiditas, penurunan kapasitas fungsional, gangguan mobilitas, serta ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living/ ADL), yang memerlukan pemantauan berkelanjutan dan pendekatan perawatan yang komprehensif. Tanpa sistem LTC yang terstruktur, risiko rawat inap berulang, komplikasi penyakit kronis, serta peningkatan beban pembiayaan kesehatan akan semakin besar, yang dapat berdampak pada kualitas hidup lansia dan keberlanjutan sistem kesehatan.
Meski demikian, implementasi LTC di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan dalam manajemen kasus lansia, tingginya beban kerja di layanan primer, serta belum optimalnya integrasi antara layanan kesehatan dan sosial menjadi hambatan utama. Selain itu, sistem pelayanan kesehatan belum sepenuhnya menerapkan pendekatan perawatan berkelanjutan berbasis manajemen kasus, sehingga koordinasi lintas fasilitas dan tindak lanjut jangka panjang bagi lansia dengan kondisi kronis dan multimorbiditas belum berjalan secara optimal.
Oleh karena itu, penguatan Long Term Care memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari dinas kesehatan, dinas sosial, perencanaan pembangunan daerah, institusi pendidikan, penyelenggara jaminan kesehatan, organisasi profesi, serta komunitas menjadi kunci dalam membangun sistem LTC yang berkelanjutan. Forum dialog pemangku kepentingan sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan, perencanaan, pembiayaan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia guna memastikan lansia Indonesia memperoleh pelayanan yang bermartabat, terintegrasi, dan berorientasi pada kualitas hidup.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan lintas sektor terhadap urgensi penguatan Long Term Care dalam sistem pelayanan kesehatan lansia di Indonesia.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti webinar ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep, model, dan praktik Long Term Care dalam sistem kesehatan dan sosial.
- Mengidentifikasi tantangan dan kesenjangan implementasi LTC di Indonesia, baik pada level nasional maupun daerah.
- Menganalisis peran tenaga kesehatan dan sektor terkait dalam mewujudkan continuity of care dan layanan berbasis komunitas.
- Memahami aspek kebijakan dan pembiayaan LTC, termasuk implikasinya dalam sistem JKN dan fiskal daerah.
- Mengidentifikasi peluang integrasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penguatan LTC di layanan primer dan komunitas.
Sasaran Peserta
- Perawat di fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik)
- Institusi pendidikan kesehatan
- Organisasi profesi kesehatan
- Dinas Kesehatan
- Dinas Sosial
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
- Bappeda
- BKKBN
- Praktisi home care dan komunitas pemerhati lansia
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
- Hari/tanggal : Kamis, 16 April 2026
- Pukul : 13.00 – 15.00 WIB
- Link Zoom : https://pkmkfk.net/webinarlongtermcare
- Meeting ID : 862 3586 9488
- Passcode : 412525
Rundown Kegiatan
|
Waktu (WIB) |
Durasi |
Topik |
PIC/Narasumber |
|---|---|---|---|
|
13.00-13.05 |
5’ |
Pembukaan oleh MC |
MC |
|
13.05-13.10 |
5’ |
Pengantar oleh moderator |
Moderator |
|
13.10-13.30 |
20’ |
Materi 1: Kebijakan Pelayanan Kesehatan Lansia dan Pengembangan Long Term Care di Indonesia |
dr. Imran Pambudi, MPHM (Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Kemenkes) |
|
13.30-13.50 |
20’ |
Materi 2: Model Long Term Care Lansia di Indonesia |
Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH (Dosen Keperawatan Gerontik FK-KMK UGM) |
|
13.50-14.00 |
10’ |
Pembahasan |
Pembahas
|
|
14.00-14.10 |
10’ |
|
|
|
14.10-14.20 |
10’ |
|
|
|
14.20-14.55 |
35’ |
Sesi Diskusi |
Moderator |
|
14.55-15.00 |
5’ |
Penutup |
MC |
Narahubung
Pendaftaran : https://pkmkfk.net/DaftarWebinarLTC
Webinar ini GRATIS.
Narahubung : Firda / 0895620105789
PUSAT KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281
Telp/Fax: 0274 – 549425 Website: https://diklatkesehatan.net/