Press ESC to close

Reportase Webinar Kenal Lebih Dekat Piramida Miller dan OBE: Dari MCQ hingga Preceptorship untuk Dosen Siap Cetak Nakes Kompeten

PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan Webinar Sosialisasi dan Pengenalan Rangkaian Pelatihan Evaluasi Klinis bagi Tenaga Kesehatan yang bertajuk “Kenal Lebih Dekat Piramida Miller dan OBE: Dari MCQ hingga Preceptorship untuk Dosen Siap Cetak Nakes Kompeten”, pada Rabu (11/2/2026). Menghadirkan dua narasumber pakar di bidang OSCE, yaitu dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes dan J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed, webinar ini memiliki visi untuk membuka ruang kolaborasi dan kerjasama dengan institusi penyelenggara pendidikan yang bersinergi dalam meningkatkan mutu dan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia.

Dalam pengantarnya, dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes menyoroti bahwa pendidikan dan pelayanan kesehatan modern menuntut tenaga kesehatan yang benar-benar kompeten, terukur, dan siap praktik. Dalam konteks tersebut, evaluasi klinis diposisikan bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi instrumen utama untuk menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan. Sehingga asesmen harus selaras dengan outcome pembelajaran dan kebutuhan praktik profesional. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) ditekankan sebagai metode evaluasi klinis yang valid, reliabel, objektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kualitas OSCE ditentukan oleh kualitas soal, penguji, preseptor, dan sistem kurikulum yang menopang.

J.M. Metha, Amd.Keb, S.Kep, M.Med.Ed dalam paparannya menjelaskan lebih lanjut mengenai hal utama yang menjadi kunci keberhasilan OSCE, diantaranya kualitas substansi soal yang diberikan, kompetensi seorang penguji dalam memahami betul alur serta ketentuan-ketentuannya, dan keseragaman standar penilaian. Secara garis besar, evaluasi klinis berbasis kompetensi tenaga kesehatan dibagi menjadi tiga, diantaranya OBE (Outcome-Based Education) sebagai landasan kurikulum berbasis capaian kompetensi, Preceptorship sebagai penguatan pembelajaran klinis di lahan praktik, dan OSCE sebagai metode asesmen objektif dan terstandar. Metha menekankan bahwa produksi tenaga kesehatan dengan kompetensi dan kualitas yang mumpuni harus berbasis sistem yang terintegrasi. Pelatihan terstruktur (OSCE, OBE, dan Preceptorship) adalah solusi untuk menjamin objektivitas dan mutu tenaga kesehatan.

Sebagai penutup, Tridjoko dan Metha menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam visi mencetak para profesional kesehatan yang bermutu, tersandar, dan kompeten. Mari kita memulainya saat proses pembelajaran dan evaluasi berlangsung, karena bagaimanapun keberhasilan praktik profesional di lapangan juga ditentukan dari bagaimana kualitas pembelajaran dan pengujian yang didapatkan.

Reporter: Firda Alya (PKMK FK-KMK UGM). Materi dan video rekaman silahkan Klik DISINI

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adffffpiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.hjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh