Penguatan Peran Perawat dalam Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) & Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP)
Latar Belakang
Kesehatan anak merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan. Namun, penyakit infeksi, masalah gizi, serta keterlambatan deteksi tumbuh kembang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian balita di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan pelayanan kesehatan anak yang terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Sejalan dengan arah kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penguatan pelayanan kesehatan anak di tingkat pelayanan primer dilaksanakan melalui berbagai pendekatan terintegrasi, diantaranya Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). PKAT berperan sebagai skrining komprehensif untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan, status gizi, serta status imunisasi, sekaligus melakukan deteksi dini faktor risiko kesehatan pada anak sehat maupun berisiko. Sementara itu, MTBS merupakan pendekatan standar dalam penatalaksanaan balita sakit melalui klasifikasi klinis sederhana, tatalaksana awal yang tepat, konseling keluarga, serta pengambilan keputusan rujukan. Dalam kerangka ILP, PKAT dan MTBS tidak dilaksanakan secara terpisah, melainkan menjadi satu rangkaian pelayanan kesehatan anak yang saling melengkapi dan berkesinambungan.
Perawat Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) memiliki peran strategis dalam pelaksanaan PKAT dan MTBS berbasis ILP karena berinteraksi langsung dan berkelanjutan dengan anak dan keluarga, mulai dari skrining dan deteksi dini, tatalaksana awal, edukasi dan konseling, pendampingan kader Posyandu, hingga koordinasi tindak lanjut pelayanan. Namun, implementasi ILP menghadapi tantangan berupa keterbatasan SDM keperawatan yang berdampak pada meningkatnya beban kerja akibat penambahan kegiatan skrining, pendampingan kader, serta pencatatan dan pelaporan terintegrasi tanpa dukungan tenaga yang memadai. Tantangan ini diperberat oleh keterbatasan tenaga kesehatan secara umum terutama di daerah terpencil dan akses geografis sulit, variasi penambahan kompetensi kader Posyandu, adaptasi terhadap alur pelayanan baru, keterbatasan sarana prasarana, sistem pencatatan dan pelaporan yang belum optimal, keterbatasan anggaran untuk operasional dan pelatihan berkelanjutan, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap alur pelayanan ILP.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu kegiatan penguatan peran dan kapasitas perawat yang terencana dan berbasis kebijakan untuk mendukung integrasi pelaksanaan PKAT dan MTBS dalam kerangka ILP di Puskesmas dan Pustu, melalui peningkatan kompetensi, pemahaman alur pelayanan, serta dukungan implementasi di lapangan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan pelayanan kesehatan anak sesuai arah kebijakan nasional pelayanan kesehatan primer.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum
Meningkatkan peran dan kapasitas perawat dalam pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) guna memperkuat kualitas dan kesinambungan pelayanan kesehatan anak di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Tujuan Khusus
- Meningkatkan pemahaman perawat mengenai konsep dan prinsip integrasi PKAT dan MTBS dalam kerangka Integrasi Layanan Primer (ILP).
- Memperkuat kemampuan perawat dalam melaksanakan pemantauan kesehatan serta tumbuh kembang anak melalui deteksi dini dengan pemanfaatan Buku KIA
- Meningkatkan keterampilan perawat dalam melakukan deteksi dini penyakit dan kesakitan pada anak serta penerapan MTBS sesuai kewenangan praktik keperawatan.
- Meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan gangguan pertumbuhan anak, meliputi berat badan tidak naik (T), berat badan kurang, stunting, wasting, dan obesitas.
- Meningkatkan keterampilan perawat dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan gangguan perkembangan anak, termasuk gangguan penglihatan, pendengaran, dan perkembangan motorik.
- Memperkuat peran perawat dalam evaluasi dan edukasi terkait pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, suplementasi vitamin A, serta kelengkapan imunisasi sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif.
- Meningkatkan kapasitas perawat dalam memberikan edukasi dan konseling kepada ibu atau pengasuh untuk mendukung praktik pengasuhan yang optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
- Memperkuat pelaksanaan pelayanan kesehatan anak lintas program melalui pemanfaatan Buku KIA secara terintegrasi dalam kerangka PKAT dan MTBS.
- Mendorong penguatan kerjasama lintas profesi dan lintas sektor dalam pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, konseling individu, dan tindak lanjut pelayanan.
Sasaran Peserta
- Perawat Puskesmas dan Pustu
- Penanggung Jawab Program KIA/Gizi/Imunisasi Puskesmas
- Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (Bidang Kesehatan Masyarakat/ Kesehatan Keluarga)
- Dosen, Mahasiswa, dan Praktisi Perawat, Bidan, Dokter, Ahli Gizi.
- Kader Kesehatan dan PKK
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
- Hari, tanggal : Jumat, 06 Februari 2026
- Tempat : Daring melalui Zoom Meeting
- Pukul : 13.00 – 15.00 WIB
Materi
- Penguatan Peran Perawat dalam Integrasi PKAT dan MTBS Berbasis ILP
- Integrasi PKAT dan MTBS dalam Praktik Keperawatan Anak Berbasis ILP
Narasumber
- Endang Pamungkasiwi, SKM, M.Kes (Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi DIY)
- Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes. (Dosen Keperawatan Anak FK-KMK UGM)
Pembahas
- Lovely Daisy (Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI)
- Sri Hartini, S.Kep., Ners., M.Kes., Ph.D (Ketua IPANI DIY)
- Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA. (Guru Besar FK-KMK UGM)
- Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam (Wakil Ketua TP-PKK DIY)
Rundown Kegiatan
|
Waktu (WIB) |
Durasi |
Topik |
PIC/narasumber |
|
13.00-13.05 |
5’ |
Pembukaan oleh MC |
MC |
|
13.05-13.10 |
5’ |
Pengantar oleh moderator |
Moderator |
|
13.10-13.30 |
20’ |
Materi 1: Penguatan Peran Perawat dalam Integrasi PKAT dan MTBS Berbasis ILP |
Endang Pamungkasiwi, SKM, M.Kes. (Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi DIY) |
|
13.30-13.50 |
20’ |
Materi 2: Integrasi PKAT dan MTBS dalam Praktik Keperawatan Anak Berbasis ILP |
Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes. (Dosen Keperawatan Anak FK-KMK UGM) |
|
13.50-14.20 |
30’ |
Pembahasan |
Pembahas |
|
14.20-14.55 |
35’ |
Sesi Diskusi |
Moderator |
|
14.55-15.00 |
5’ |
Penutup |
MC |
Narahubung Kepesertaan
Ubaid (083872047127)
Biaya Kepesertaan
- Pendaftaran : Gratis
- Formulir pendaftaran : https://pkmkfk.net/WebinarPerawatSeri1

Comments are closed.